Pemanfaatan TIK dalam Dunia Pendidikan Indonesia

Disusun oleh       :
·       Annisa                           (1215121086)
·       Arief Riadi                     (1215121103)
·       Asti Indah Wirastuty    (1215121107)
Program Studi    : Teknologi Pendidikan
Jurusan                : Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas               : Fakultas Ilmu Pendidikan




Universitas Negeri Jakarta
2012
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Pemanfaatan TIK dalam Dunia Pendidikan Indonesia” tepat pada waktunya.
Makalah ini berisikan informasi tentang teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan. Diharapkan makalah ini dapat memberikan segala informasi kepada kita semua tentang teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.



Jakarta, 25 September 2012



Tim Penyusun Makalah


ii
Daftar Isi
Kata Pengantar ........................................................................................................................ ii
Daftar Isi ................................................................................................................................. iii
Bab I Pendahuluan
A.      Latar Belakang            ............................................................................................................. 1
B.      Tujuan .......................................................................................................................... 2
C.      Rumusan Masalah ....................................................................................................... 2
Bab II Pembahasan
1.      Pengertian TIK di Dunia Pendidikan ............................................................................ 3
2.      Alasan Mengapa TIK Dibutuhkan Dunia Pendidikan ................................................... 3
3.      Faktor-faktor Diperlukannya TIK di Indonesia ............................................................. 4
4.      Peranan TIK dalam Dunia Pendidikan .......................................................................... 5
5.      Usaha Pemanfaatan TIK dalam Dunia Pendidikan di Indonesia .................................. 6
6.      Usaha Yang Dilakukan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui TIK di Indonesia ..................................................................................................................... 7
7.      Keuntungan Adanya TIK dalam Dunia Pendidikan ....................................................... 8
8.      Pergeseran yang Terjadi pada Peranan Guru dan Peserta Didik Akibat Perkembangan TIK dalam Dunia Pendidikan ........................................................................................ 9
9.      Kendala dalam Usaha Pemanfaatan TIK dalam Dunia Pendidikan Indonesia ........... 10
Bab III Kesimpulan dan Penutup ............................................................................................ 12
Tugas Penguasaan ................................................................................................................. 13
Daftar Pustaka ........................................................................................................................ iv

iii
Bab I
Pendahuluan

A.     Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa pengaruh terhadap bidang pendidikan dalam proses pembelajaran. Penggunaan TIK dalam proses pembelajaran sudah bukan hal yang asing lagi dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Adanya internet memungkinkan kita untuk belajar kapan dan di mana saja dengan lingkup yang sangat luas. Misalnya, dengan fasilitas email, chatting, e-book, e-library dan dan sebagainya, kita dapat saling berbagi informasi tanpa harus bertatap muka langsung dengan sumber informasi tersebut. Karena semua informasi yang kita inginkan dapat kita peroleh hanya dengan mengakses internet.
Dimasa depan, arus perkembangan TIK akan melaju semakin cepat. Hal ini menuntut manusia untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan TIK tersebut jika tidak mau ketinggalan zaman, serta untuk menghadapi tantangan global. Dengan kondisi yang seperti ini, maka pendidikan tidak akan terlepas dari internet, komputer, dan fasilitas TIK lainnya sebagai alat bantu utama dalam proses pembelajaran.
Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan, yaitu: 1. Peserta didik dan guru harus memiliki akses teknologi digital di dalam lingkungan lembaga pendidikan. 2. Adanya materi yang berkualitas dan bermanfaat bagi guru dan peserta didik. 3. Guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan media-media pembelajaran digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik dan mengembangkan potensinya.


1
B.      Tujuan
·         Memberikan informasi terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan Indonesia.
·         Mengerjakan tugas makalah dan presentasi kelompok mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diempu oleh Bapak Cecep Kustandi, M.Pd.

C.      Rumusan Masalah
·         Apa yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan?
·         Mengapa TIK dibutuhkan dunia pendidikan?
·         Apa yang menjadi faktor diperlukannya TIK dalam dunia pendidikan Indonesia?
·         Apa saja peranan teknologi TIK dalam dunia pendidikan?
·         Bagaimana usaha pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan Indonesia?
·         Apa saja usaha yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melalui pemanfaatan TIK?
·         Apa keuntungan dari pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan?
·         Bagaimana pergesaran yang terjadi akibat pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan?
·         Apa saja kendala-kendala yang terjadi dalam usaha pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan?





2
Bab II
Pembahasan

1.      Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia Pendidikan
Teknologi informasi dan komunikasi mencakup dua aspek, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi, mencakup segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan, teknologi komunikasi mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Maka, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah suatu kesatuan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Sedangkan, arti TIK bagi dunia pendidikan itu sendiri berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan.

2.      Alasan Mengapa Teknologi Informasi dan Komunikasi Dibutuhkan Dunia Pendidikan
Banyak hal yang dapat dijadikan alasan mengapa TIK sangat dibutuhkan dunia pendidikan, diantaranya:
·         Adanya perkembangan TIK yang menjadi jembatan ilmu. Salah satu peran TIK di era globalisasi ini adalah sebagai media informasi, misalnya internet. Peserta dapat mengeksplorasi informasi yang ada di seluruh dunia dengan lebih efisien dan efektif hanya dengan mengakses internet.
3
·         Selain peran TIK sebagai media informasi, perkembangan TIK dapat pula dimanfaatkan peserta didik sebagai media komunikasi. Misalnya, memanfaatkan jaringan internet untuk chatting dan mailing, peserta didik dapat berkomunikasi dengan saling bertukar informasi tentang apa yang sedang dibahas. Tidak hanya komunikasi antara peserta didik, peserta didik dengan guru atau para ahli pun dapat dilakukan. Dengan cara ini, peserta didik akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan.
·         Dengan adanya perkembangan TIK, belajar menjadi jauh lebih efisien. Proses pembelajaran tidak harus selalu dengan bertatap muka seperti jaman dahulu. Kini, proses pembelajaran dapat dilakukan memanfaatkan perkembangan TIK yang ada, sehingga kita juga dapat efisien dalam menggunakan waktu. Untuk di Indonesia sendiri, disebabkan oleh kondisi geografis yang merupakan negara kepulauan, TIK sangat mampu menjadi fasilitator utama untuk meratakan pendidikan di Indonesia, karena TIK yang memiliki kemampuan untuk memungkinkan pembelajaran jarak jauh. Inilah sebabnya mengapa perkembangan TIK disebut dengan penghilang batas ruang dan waktu.
·         Adanya fakta bahwa peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dengan metode belajar yang menggunakan fasilitas multimedia daripada metode belajar konvensional.
·         Berkembangnya TIK juga berperan dalam hal mengelola institusi pendidikan. Peran yang dimaksud adalah memudahkan institusi pendidikan untuk menyediakan layanan informasi untuk para peserta didik, seperti informasi tentang biaya pendidikan, kurikulum, pembimbing, dan sebagainya. Serta untuk megelola manajemen operasional dengan lebih efisien, efektif, dan optimal.

3.      Faktor-faktor Diperlukannya Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia
Berikut adalah faktor-faktor mengapa TIK diperlukan dalam pendidikan Indonesia:
·         Keterbatasan kualitas dan kuantitas sumber daya pendidikan di Indonesia. Beberapa contoh keterbatasan yang dimaksud adalah terbatasnya jumlah guru, terbatasnya jumlah referensi pendidikan yang dapat digunakan peserta didik,
4
terbatasnya jumlah sekolah bermutu, terbatasnya jumlah perpustakaan yang dapat
diakses, dan terbatasnya jumlah sarana dan prasarana pendidikan lainnya yang dapat menunjang kemajuan pendidikan.
·         Ketidakmerataan kesempatan dalam memperoleh pendidikan yang merupakan hak setiap manusia. Permasalahan yang terkait dengan pemerataan kesempatan dalam memperoleh pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat segera terwujud, dengan adanya konsep Universitas Terbuka yang mampu menjangkau daerah terpencil dapat segera diikuti dengan konsep “sekolah terbuka” atau “perpustakaan terbuka”, selama peserta didik bersemangat untuk belajar dan institusi pendidikan mau merubah model pendidikannya. Maka, dengan bantuan TIK segala keterbatasan akan dapat diatasi.
·         Model dan pendekatan pendidikan yang kurang relevan. Semakin cepatnya perkembangan dalam segala aspek di dunia ini, maka setiap manusia dan institusi pendidikan dituntut untuk terus selalu memperbaharui dirinya sesuai dengan kebutuhan perkembangan dunia.

4.      Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan
TIK memiliki peranan yang cukup banyak dalam sektor pendidikan, diantaranya:
·         TIK sebagai keahlian dan kompetensi. Maksudnya, penggunaan TIK harus proporsional atau TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuai dengan porsinya masing-masing.
·         TIK sebagai infratruktur pembelajaran. Infrastruktur pembelajaran di sini maksudnya adalah tersedianya bahan belajar dalam format digital, jaringan adalah sekolah, sehingga belajar bisa dijangkau di mana saja dan kapan saja.
·         TIK sebagai sumber bahan belajar. Hal ini mengenai buku dan bahan belajar yang diperbaharui secara kontinyu dengan menggunakan teknologi. Karena tanpa teknologi,  pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang cukup lama.

5
·         TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran. Seperti yang kita ketahui, fasilitas TIK sangat membantu proses pembelajaran. Contohnya, dalam menyampaikan informasi, dengan menggunakan fasilitas multimedia informasi akan cepat sampai ke peserta didik dengan lebih akurat karena dengan adanya berbagai fasilitas multidedia tersebut, peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dan mengeksplorasi pengetahuannya secara lebih luas.
·         TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran. TIK sangat mendukung dalam hal mengelola pembelajaran, karena pada dasarnya tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran yang tanpa henti.
·         TIK sebagai sistem pendukung keputusan. Dalam mengambil sebuah keputusan, setiap individu memiliki alasan tersendiri. Oleh sebab itu, diperlukan informasi berdasarkan fakta yang ada dalam mengambil sebuah keputusan.

5.      Usaha Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan di Indonesia
TIK dalam dunia pendidikan digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Berikut adalah beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran:
·         Memanfaatkan fasilitas multimedia yang sudah tersedia untuk mempermudah kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran. Misalnya, untuk presentasi. Jika dahulu presentasi hanya menggunakan media OHP yang monoton, sekarang presentasi sudah dapat ditampilkan dengan LCD projector dan dibuat lebih kreatif dengan menampilkan berbagai konten multimedia, seperti gambar, video, suara, dan sebagainya.
·         Memanfaatkan internet untuk proses pembelajaran jarak jauh (kelas virtual). Kelas virtual ini sudah menjadi tren di era globalisasi sekarang. Karena kelas virtual mmiliki beberapa keuntungan, seperti: peserta didik dapat
6
mengekspresikan diri, bersosialisasi, saling berbagi pengetahuan, meningkatkan kreativitas, dan menumbuhkan cara belajar yang mandiri.
·          Memungkinkan peserta didik untuk berdemonstrasi dengan perangkat multimedia yang ada. Misalnya, menampilkan suatu kegiatan eksperimen dengan tujuan untuk memperlihatkan bagaimana cara yang dilakukan dalam eksepimen tersebut.

6.      Usaha Yang Dilakukan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia
Berikut adalah berbagai macam usaha yang dilakukan guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan TIK:
·         Adanya siaran televisi pendidikan di Indonesia. Pada tahun 1982, Indonesia telah memiliki perlengkapan studio yang sudah profesional beserta tenaga ahli yang terampil dalam memproduksi dan mengembangkan prototype program televisi pendidikan. Setahun kemudian, barulah muncul serial televisi pendidikan pertama di Indonesia berjudul Aku Cinta Indonesia. Namun sungguh disayangkan program edukasi seperti ini tidak terus berkembang. Padahal televisi sudah dapat kita sebut sebagai kebutuhan primer, karena hampir setiap rumah memiliki televisi. Dan peserta didik pun suka menonton televisi. Hanya saja yang kita rasakan sekarang ini jarang sekali terdapat siaran edukasi di televisi lokal Indonesia.
·         Pengadaan infrastruktur TIK ke lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia. Hal ini bertujuan agar peserta didik dapat belajar menggunakan dan memanfaatkan teknologi sebaik mungkin agar tidak tertinggal dengan perkembangan zaman yang semakin pesat. Sebagai contoh, dapat kita lihat, tingkat I Sekolah Dasar dewasa ini sudah belajar mengoperasikan komputer. Padahal, sekitar tahun 2006 pengoperasian komputer baru dipelajari di tingkat I Sekolah Menengah Pertama. Selain pengoperasian komputer, mata pelajaran Bahasa Inggris pun sudah dipelajari pada tingkat I Sekolah Dasar.
7
Sebelumnya, di tahun 2004 mata pelajaran Bahasa Inggris baru dipelajari di tingkat IV Sekolah Dasar.
·         Adanya satelit komunikasi yang dimiliki Indonesia, yang bernama SKSD PALAPA I yang sudah mulai beroperasi pada tahun 1976. Satelit komunikasi ini terus berkembang sampai sekarang dengan dasar pertimbangan untuk keperluan pendidikan, penerangan, hiburan, pemerintahan, bisnis, perindustrian, dan pertahanan keamanan. Sekarang sedang beroperasi SKSD Palapa yang sudah mencapai generasi III, dalam waktu dekat ini diharapkan dapat beroperasi satelit siaran langsung yang dioperasikan oleh pihak swasta. Selain itu, antena parabola sudah menjamur dalam masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi dari luar negeri. Namun, kita harus selektif dalam memilih informasi. Karena tidak dapat dipungkiri dampak positif dan negatif suatu informasi mengalir semakin deras.

7.      Keuntungan Adanya Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan
Munculnya TIK membawa beberapa keuntungan, terutama di sektor pendidikan. Berikut adalah keuntungan yang dirasakan dunia pendidikan dengan adanya TIK:
·         Berbagi informasi, informasi  yang dimuat dalam internet akan mudah dimanfaatkan orang lain di penjuru dunia dengan cepat.
·         Konsultasi dengan para ahli, konsultasi dangan para ahli di bidangnya dapat dilakukan dengan mudah walaupun terpisah jarak yang jauh.
·         Perpustakaan online (e-library), perpustakaan dalam bentuk digital ini memungkinkan kita agar mudah dalam mencari referansi buku yang kita inginkan. Jadi kita tidak harus mengunjungi  perpustakaan dan mencari buku yang kita inginkan secara manual.
·         Diskusi online, diskusi yang dilakukan melalui internet berupa chat, e-mail, dan forum.

8
Kemudian keuntungan yang dirasakan dunia pendidikan dengan adanya TIK bagi pelajar, antara lain:
·         Dapat mengakses berbagai  informasi dan memperoleh sumber ilmu pengetahuan dengan mudah.
·         Akses ke para ahli lebih mudah karena tidak dibatasi jarak dan waktu.
·         Materi pelajaran dapat disampaikan interaktif dan menarik.
·         Melalui belajar jarak jauh dapat menghemat biaya dan waktu.
Lalu keuntungan yang dirasakan dunia pendidikan dengan adanya TIK bagi penyelenggara pendidikan, antara lain:
·         Dapat berbagi informasi dan hasil penelitian dengan lembaga pendidikan lain.
·         Dapat memberi layanan yang lebih baik kepada para peserta didik.
·         Dapat menjangkau peserta didik yang tempatnya sangat jauh.
·         Melalui perpustakaan online, dapat menekan biaya untuk menyediakan  buku.

8.      Pergeseran yang Terjadi pada Peranan Guru dan Peserta Didik Akibat Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan
Sejalan dengan perkembangan TIK di dunia pendidikan, maka peranan guru dan peserta didik juga mengalami pergeseran  paradigma, diantaranya:
·         Peran guru yang pada awalnya hanya sebagai sumber utama informasi dan sumber jawaban, kini menjadi fasilitator pembelajaran.

9
·         Peranan guru dalam mengendalikan semua aspek pembelajaran sudah tidak berlaku lagi, kini guru lebih banyak memberikan alternatif dan tanggung jawab kepada peserta didik dalam proses pembelajaran.
·         Peserta didik yang sebelumnya hanya sebagai penerima informasi yang pasif, kini menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran.
·         Peserta didik yang biasanya mengungkapkan kembali pengetahuan, sekarang menghasilkan berbagai pengetahuan.
·         Peserta didik yang hanya sebagai aktivitas pembelajaran individu, kini menjadi pembelajaran kolaborasi.

9.      Kendala dalam Usaha Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan Indonesia
Perkembangan TIK memang memiliki banyak manfaat, khususnya dibdang pendidikan. Oleh sebab itu, banyak orang yang ingin segera bisa memanfaatkannya. Namun, tidak bisa dipungkiri pemanfaatan TIK di dalam sektor pendidikan memiliki beberapa kendala, di antaranya:
·         Kurangnya pengadaan infrastruktur TIK. Hal ini disebabkan sulit dijangkaunya beberapa daerah tertentu di Indonesia, sehingga penyebarannya tidak merata. Masih banyak daerah yang sulit dijangkau oleh alat transportasi. Untuk mencapai daerah yang dituju, hanya dapat ditempuh dapat dengan jalan kaki. Sedangkan dengan berjalan kaki, tidak memungkinkan untuk membawa berbagai peralatan multimedia.
·         Masih digunakannya perangkat multimedia bekas di lembaga-lembaga pendidikan yang terdapat di daerah pedesaan. Perangkat multimedia bekas ini tentunya masih menggunakan spesifikasi yang sudah tertinggal jamannya. Sehingga penggunaannya tidak mampu bersaing dengan laju perkembangan TIK yang begitu pesat.
10
·         Kurangnya infrastruktur telekomunikasi dan perangkat hukum yang mengaturnya. Sebab, Cyber Law belum diterapkan di dunia hukum Indonesia.
·         Mahalnya biaya pengadaan dan penggunaan fasilitas TIK. Hal ini dikembalikan lagi kepada pemerintah. Dapat kita lihat pemerintah masih pelit mengalokasikan dana untuk pengadaan fasilitas TIK yang dapat menunjang pendidikan Indonesia. Sebagai contoh, pengadaan fasilitas di daerah pedesaan masih sangat minim. Sementara di kota sudah hampir merata, terutama di lembaga-lembaga pendidikan unggulan.















11
Bab III
Kesimpulan dan Penutup

Kesimpulan
            Dari penjelasan yang telah dipaparkan, dapat kita tarik kesimpulan bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membawa pengaruh yang begitu besar bagi setiap aspek kehidupan, terutama pendidikan. Kekurangan dan hambatan yang ada dalam proses pembelajaran dapat diatasi dengan memanfaatkan perkembangan TIK.
            Seperti yang disebutkan dalam bagian pertama pembahasan, yaitu arti TIK bagi dunia pendidikan berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan. Namun, kenyataannya di Indonesia baru memasuki tahap mempelajari berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan TIK. Hal ini disebabkan adanya berbagai kendala yang ada dalam usaha pemanfaatan TIK di dunia pendidikan Indonesia. Hal ini membuktikan ketertinggalan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Amerika dan Cina. Di negara tersebut, penggunaan TIK dalam proses pembelajaran sudah merupakan hal yang lazim.
                Oleh sebab itu, kita bersama-sama dengan pemerintah dan pihak lainnya harus saling bahu-membahu dalam penyelenggaraan pemanfaatan TIK di dunia pendidikan Indonesia. Karena teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci untuk menuju sekolah masa depan yang lebih baik.

Penutup
            Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai materi pemanfaatan TIK di dunia pendidikan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Maka dari itu, kami mohon maaf jika anda merasa kurang puas saat membaca makalah yang kami buat. Terima kasih.
12
Tugas Penguasaan

  1. Faktor apakah yang mendorong dimanfaatkannya TIK dalam bidang pendidikan Indonesia?
  2. Apakah pengadaan TIK dalam bidang pendidikan Indonesia sudah dilakukan dengan persiapan yang matang?
  3. Apakah usaha pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan Indonesia sudah optimal?





















13
Daftar Pustaka

·         Miarso, Yusufhadi. 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.





















iv

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Pembangunan Masyarakat Berpengetahuan (Knowledge Society)







Ahmad Parizki (1215121108)
Rusydina Izzati (1215121087)
Samuel Bistok (1215121106)



BAB I
PENDAHULUAN.

A. Latar Belakang.
Pada masa orde baru kata-kata pembangunan, merupakan kata-katayang sangat familiar di kalangan rakyat Indonesia pada masa itu, hinggaPresiden Soeharto sebagai presiden Republik Indonesia dijuluki sebagai Bapak Pembangunan REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) I s.d VII merupakan program pemerintah yang berkelanjutan dalam rangka mempertahankan kekuasaan hingga 32 tahun yang berakhir pada tahun 1998,yaitu tumbangnya orde baru digantikan dengan orde reformasi.
Pada masa orde reformasi ini, pembangunan tetap dilaksanakan denganmenitik beratkan pada pemulihan ekonomi, meningkatkan kehidupanberdemokrasi dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam IPTEKkhususnya di bidang teknologi , informasi dan komunikasi (TIK).
Membangun masyarakat berpengetahuan adalah membangun kesadaranmasyarakat mengenai pentingnya mempunyai visi dan wawasan iptek sebagaibekal untuk menghadapi abad ke-21. Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan,hasrat untuk menggali dan mengembangkannya, perlu secara terus-menerusditumbuhkan, sehingga membudaya dalam kehidupan masyarakat. Denganbegitu, maka upaya menciptakan dan membangun sebuah masyarakatberpengetahuan akan menjadi kesadaran kolektif. Tanpa berbekal visi danwawasan iptek, sulit rasanya kita bisa survive dalam memasuki era global yang penuh tantangan dan sangat kompetitif itu. Sehubungan dengan hal tersebut, agenda utama bangsa kita adalah membangun basis kepemimpinan yangberwawasan dan visioner, serta berlandaskan pada iptek. Kepemimpinan yangdemikian tentu akan lebih kuat dan mampu menjangkau masa depan yang jauh.Ada ungkapan bijak dari seorang filsuf yang patut kita camkan:”leadershipmust be base on knowledge.”
Perubahan peradaban menuju masyarakat berpengetahuan (knowledgesociety). menuntut masyarakat dunia untuk menguasai keterampilan abad 21yaitu mampu memahami dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi(ICT Literacy Skills). Pendidikan memegang peranan sangat penting danstrategis dalam membangun masyarakat berpengetahuan yang memilikiketerampilan: (1) melek teknologi dan media; (2) melakukan komunikasi efektif;(3) berpikir kritis; (4) memecahkan masalah; dan (5) berkolaborasi.
Menyadari peran strategis pendidikan dalam mewujudkan masyarakatberpengetahuan tersebut, Kementerian Pendidikan Nasional ( Kemendiknas )telah melakukan berbagai kegiatan yang didalamnya termasuk pemanfaatan danpendayagunaan TIK untuk memperluas akses terhadap pendidikan bermutu danmeningkatkan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan. Untuk mempercepatpendayagunaan dan pemanfaatan TIK untuk pendidikan telah dilakukanberbagai upaya untuk mendorong akselerasi dan peningkatan “ICT literacy skills”menuju “knowledge-based society”. Sehingga dalam program 100 hariKemendiknas Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang pertama adalahpenyediaan internet secara massal di sekolah.

B. Ruang Lingkup.
Makalah ini berjudul Pembangunan Masyarakat Berpengetahuan( Knowledge Society ), isinya membahas tentang:
1. Kerangka teori tentang pembangunan.
2. Kerangka teori tentang masyarakat berpengetahuan.
3. Kerangka konsep tentang pembangunan masyarakat berpengetahuan

C. Tujuan.
Penulisan makalah ini bertujuan sebagai:
1. Memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi untukPendidikan.
2. Memahami konsep tentang pembangunan masyarakat berpengetahuan.
3. Menjadi bagian dari pembangunan masyarakat berpengetahuan.


D. Manfaat.
Tantangan masyarakat abad 21 ini sangat kompetitif dalam segalabidang,maka kita dituntut agar menjadi bagian dari pembangunan masyarakatberpengetahuan, manfaat penulisan makalah ini adalah :1.

Bagi Akademisi : memahami dan menjadi bagian dari pembangunanmasyarakat berpengetahuan.2.

Bagi Masyarakat : dapat memotivasi agar segera ambil bagian dalampembangunan masyarakat berpengetahuan dan dapat bersaing dengan bangsalain pada era globalisasi ini.



BAB II
KERANGKA TEORI DAN KONSEP

A. Kerangka Teori Pembangunan
Peningkatan kualitas sumber daya manusia, merupakan rangkaian upayauntuk mewujudkan manusian seutuhnya, baik sebagai insan maupun sebagaisumber daya pembangunan. Pembangunan manusia sebagai insan dan sumber daya pembangunan, adalah menekankan harkat, martabat, hak dan kewajibanmanusia. Pembangunan manusia sebagai insan tidak terbatas pada kelompokumur tertentu, tetapi berlangsung dalam seluruh kehidupan manusia.
Pengertian pembangunan sebagai suatu proses, akan terkait denganmekanisme sistem atau kinerja suatu sistem. Menurut Easton (dalam MiriamBudiardjo, 1985), proses sistemik paling tidak terdiri atas tiga unsur: Pertama,adanya input, yaitu bahan masukan konversi; Kedua, adanya proses konversi,yaitu wahana untuk ”mengolah” bahan masukan; Ketiga, adanya output, yaitusebagai hasil dari proses konversi yang dilaksanakan. Proses sistemik dari suatu sistem akan saling terkait dengan subsistem dan sistem-sistem lainnya termasuklingkungan internasional.
Proses pembangunan sebagai proses sistemik, pada akhirnya akanmenghasilkan keluaran (output) pembangunan, kualitas dari outputpembangunan tergantung pada bahan masukan (input), kualitas dari prosespembangunan yang dilaksanakan, serta seberapa besar pengaruh lingkungandan faktor-faktor alam lainnya. Bahan masukan pembangunan, salah satunyaadalah sumber daya manusia, yang dalam bentuk konkritnya adalah manusia. Manusia dalam proses pembangunan megandung beberapa pengertian yaitu manusia sebagai pelaksana pembangunan, manusia sebagai perencana pembangunan, dan manusia sebagai sasaran dari proses pembangunan.
Menurut Totok Mardikanto, pembangunan didefinisikan sebagai upayasadar dan terencana untuk melaksanakan perubahan-perubahan yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi dan perbaikan mutu hidup atau kesejahteraan seluruh warga masyarakat, terutama untuk jangka panjang.
Lionberger dan Gwin mendefinisikan pembangunan sebagai prosespemecahan masalah, baik masalah yang dihadapi oleh setiap aparat dalamsetiap jenjang birokrasi pemerintah, di kalangan peneliti dan penyuluh, maupunmasalah-masalah yang dihadapi oleh warga masyarakat.
Definisi pertama lebih menekankan pada masyarakat selaku penerima manfaat (beneficiaries) pembangunan. Sedangkan definisi kedua menyiratkanbahwa pembangunan tidak hanya untuk masyarakat, melainkan diperuntukkanpula bagi segenap stakeholder . Benang merah dari definisi pembangunan ialah bahwa  pembangunan  bertujuan  merubah  “keadaan”  (rehabilitasi dan rekonstruksi—  pen) masyarakat kearah yang lebih baik dengan cara pemecahanmasalah yang dihadapi. Maka dalam hal ini masyarakat penting untuk dilibatkan.

B. Kerangka Teori Masyarakat Berpengetahuan
Pembangunan sebuah masyarakat berpengetahuan (Knowledge Society) adalah proyek perbaikan berkelanjutan (Continues Improvement), dan padaproses ini selalu ada tahapan "Uji Lab", semacam prototype awalan untuk pembuktian empirik sebuah konsep. Artinya proses membentuk masyarakatberpengetahuan itu sifatnya dinamis dan berkelanjutan antar generasi, setiapgenerasi akan mampu melihat bahwa pencapaian setiap zaman itu akanberbeda, bergantung pada kerja keras dan kemauan tiap generasi untukmencapainya. Sifat sabar adalah penyeimbang sikap kerja keras tadi, bahwasetiap proses itu harus dinikmati kinerjanya, hingga bisa merasakan hasilnya,selalu ada variabel ruang dan waktu. Dimana sebelum bergerak menjauh, harusada satu langkah awal kecil yang dijalankan.
Menurut Drucker (1994), knowledge society adalah sebuah masyarakat dari berbagai organisasi dimana secara praktis setiap tugas tunggal akan dilakukan dalam dan melalui sebuah organisasi. Ciri-ciri masyarakatberpengetahuan adalah:
 Mempunyai kemampuan akademik
 Berpikir kritis
 Berorientasi kepada pemecahan masalah
Mempunyai kemampuan untuk belajar meninggalkan pemikiran yang lama-lamadan belajar lagi untuk hal-hal yang baru
Mempunyai keterampilan pengembangan individu dan sosial (termasuk kepercayaandiri, motivasi, komitmen terhadap nilai-nilai moral dan etika, pengertian secaraluas akan masyarakat dan dunia) (Manuwoto, 2005)
Dalam masyarakat berpengetahuan, bukanlah individu yang berkinerja,tetapi organisasi yang berkinerja. Seorang dokter misalnya, tentu mempunyaibanyak pengetahuan. Tetapi dokter itu tidak dapat berfungsi tanpa pengetahuanyang diberikan oleh disiplin ilmu lainnya, yaitu fisika, kimia, genetika, dan lainsebagainya. Dokter itu tidak dapat berfungsi tanpa hasil-hasil tes yang dilakukanoleh para ahli laboratorium tes darah, X-ray (rontgen), scanning otak, dan lain-lain. Di sisi lain, berbagai keahlian tertentu, seperti seorang dokter bedah syaraf,contoh dari knowledge worker, hanya bisa dihasilkan dari sekolah formal. Dengan demikian pendidikan menjadi pusat dari masyarakat berpengetahuan dan sekolah merupakan institusi kuncinya. Pernyataan itu diperkuat oleh NoelDempsey (Minister for Education and Science, Ireland, 2004) bahwa untuk bisakompetitif dalam ekonomi berpengetahuan global (global knowledge economy),semua pengambil keputusan untuk publik harus fokus pada pendidikan sebagaifaktor kunci dalam memperkuat daya saing, lapangan kerja dan keterpaduansosial. Drucker (1994) memperkuat kesimpulan itu dengan menyatakan bahwapekerja berpengetahuan lebih mempunyai kesempatan memperoleh aksesterhadap pekerjaan dan posisi sosial melalui pendidikan formal (Drucker, 1994).
Tujuan utama dari pendidikan adalah untuk memberikan kepada setiaporang kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya sampai maksimum,baik sebagai individu maupun sebagai seorang anggota masyarakat. Seorangyang berpendidikan akan menjadi seseorang yang telah belajar bagaimanauntuk belajar, dan keseluruhan masa kehidupannya terus belajar, terutamamasuk dan keluar dari pendidikan formal (Drucker, 1994).
Transformasi dari struktur masyarakat yang ada, dengan pengetahuansebagai sumber daya utama untuk pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaandan sebagai faktor dari produksi, merupakan basis untuk menandai masyarakatmodern yang maju sebagai sebuah "masyarakat berpengetahuan." Dalam sebuah masyarakat berpengetahuan ukuran-ukuran lama dalam persainganseperti biaya tenaga kerja, sumbangan sumber daya dan infrastruktur digantikanoleh dimensi-dimensi seperti paten, penelitian dan pengembangan, sertaketersediaan pekerja berpengetahuan.
Untuk masyarakat berpengetahuan, jelas semakin banyak dibutuhkanpenguasaan pengetahuan, terutama pengetahuan tingkat lanjut. Pengetahuan itudibutuhkan oleh orang-orang yang pasca usia sekolah, dan kebutuhan itu terusmeningkat, di dalam dan melalui proses pendidikan yang tidak berpusat padasekolah tradisional, tetapi pendidikan berkelanjutan yang sistematik yang ditawarkan pada tempat kerja.

Dalam masyarakat berpengetahuan, akses terhadap kepemimpinanterbuka untuk semua orang. Akses terhadap kemahiran dari pengetahuan tidaklagi tergantung kepada perolehan pendidikan yang ditentukan pada usia tertentu. Pembelajaran akan menjadi alat dari individu yang tersedia baginya pada usiaberapa pun, karena begitu banyak keterampilan dan pengetahuan dapatdiperoleh dengan cara-cara pemanfaatan teknologi pembelajaran baru. Implikasilainnya adalah bahwa kinerja dari seorang individu, sebuah organisasi, sebuah industri atau sebuah negara dalam perolehan dan penerapan pengetahuan akanmeningkat menjadi faktor kunci persaingan untuk berkarir dan memperolehkesempatan dari para individu untuk berkinerja. Masyarakat berpengetahuan akan tak terelakkan menjadi jauh lebih kompetitif daripada masyarakat di masa-masa yang lalu. Dengan pengetahuan yang dapat diakses secara universal tidak ada alasan untuk tidak berkinerja. Tidak akan ada negara-negara miskin. Hanya akan ada negara-negara yang terabaikan.
Pusat kekuatan tenaga kerja dalam masyarakat berpengetahuan akanterdiri dari orang-orang dengan spesialisasi yang tinggi. Dalam dunia kerjaberpengetahuan, orang-orang dengan pengetahuan mempunyai tanggung jawabuntuk membuat dirinya dimengerti oleh orang-orang yang tidak mempunyai basispengetahuan yang sama. Sebenarnya investasi dalam masyarakatberpengetahuan bukanlah dalam mesin-mesin dan peralatan. Tetapi dalampengetahuan dari pekerja berpengetahuan. Tanpa itu, mesin-mesin yang sangatmaju dan canggih, tidak akan produktif.
Pengetahuan dalam masyarakat berpengetahuan haruslah sangatmempunyai spesialisasi untuk menjadi produktif. Ini mengakibatkan duapersyaratan baru: 1. pekerja berpengetahuan bekerja dalam kelompok-kelompok; dan 2. pekerja berpengetahuan harus mempunyai akses terhadapsebuah organisasi yang, dalam kebanyakan kasus, artinya pekerjaberpengetahuan harus menjadi pekerja dari sebuah organisasi.
Karena masyarakat berpengetahuan mensyaratkan sebuah masyarakatdari berbagai organisasi, yang organ sentral dan khususnya adalah manajemen.Semua organisasi itu membutuhkan manajemen apakah mereka menggunakanistilah itu atau tidak. Semua manajer mengerjakan hal yang sama apa pun bisnisdari organisasi mereka. Para manajer itu harus membawa orang-orang yangmasing-masing mempunyai pengetahuan yang berbeda, bersama untukberkinerja bersama. Intisari dari manajemen adalah membuat pengetahuanmenjadi produktif (Drucker, 1994).

C. Kerangka konsep tentang pembangunan masyarakat berpengetahuan
Sebuah masyarakat berpengetahuan ( Knowledge Society) adalahbentukan dari tradisi yang menghargai tinggi pengetahuan, dalam artianpengetahuan (Knowledge) adalah komoditas yang setiap manusia berhak untukmengaksesnya, bukan hanya monopoli manusia yang sehari- harinya hidup diinstitusi pendidikan- penelitian formal. Pengetahuan adalah hak setiap orang,yang singkatnya, pendidikan adalah hak semua orang jika memang bertujuanuntuk membentuk yang namanya masyarakat berpengetahuan ( KnowledgeSociety).
Fakta yang terjadi sekarang ini bahwa negara-negara industri menjadimasyarakat berbasis pengetahuan. Timbul pertanyaan tentang peran teknologiinformasi dan komunikasi (TIK) dalam membangun "masyarakatberpengetahuan" yang inovatif dalam dunia yang berkembang. Sebuahkesimpulan sentral adalah bahwa TIK dapat memberikan kontribusi utamaterhadap pengembangan berkelanjutan, tetapi peluang ini akan diikuti oleh resikoutama. Sebagai contoh, negara-negara yang sangat lamban perkembangannyamenghadapi resiko yang besar dari keterasingan karena mereka sering kurangkemampuan sosial dan ekonomi yang dibutuhkan untuk mengambil kelebihandari inovasi dalam TIK. Negara-negara berkembang perlu mencari jalan untukmengkombinasikan kompetensi mereka dalam teknologi dan sosial yang ada, jika mereka ingin mengambil keuntungan dari banyak kelebihan potensial dari TIK.
Pembangunan masyarakat berpengetahuan adalah sebuah proses yang kompleks dalam mengkombinasikan unsur-unsur teknologi dan sosial (termasuk kompetensi sumber daya manusianya) dalam cara yang produktif, untuk menciptakan infrastruktur informasi nasional. Berbagai strategi untuk membangun infrastruktur informasi nasional haruslah lebih daripada pernyataan-pernyataan tentang apa yang harus dilakukan. Para pengambil keputusan harusberorientasi pada aksi dan dibiayai dengan tepat.
Untuk negara-negara berkembang, membangun "masyarakat berpengetahuan" yang inovatif melibatkan berbagai inisiatif dalam dua area utama - pembangunan infrastruktur TIK yang pokok, dan penciptaan kondisi-kondisi yang akan mendorong pembangunan berbagai kompetensi sosial dalam bidang-bidang tertentu. Indonesia sebagai negara agraris justru masih minim dalam penyediaan informasi dan pengetahuan praktis dan strategis yang relevandengan bidang pertanian. Padahal untuk mengangkat masyarakat agraris (petani) konvensional menjadi petani berpengetahuan adalah denganpenyediaan sistem repositori pengetahuan yang mudah dan merata dijangkau oleh masyarakat. Disini peran TIK dapat didayagunakan untuk tujuan pemberdayaan sumberdaya manusia yang berpengatahuan dan profesional(Seminar 2002, Seminar 2004, Seminar 2005). Level konsumsi informasi denganberbagai interaksi dengan melihat, membaca, mendengar, dan berbuat (byseeing, reading, hearing, and doing) berbasis TIK (Seminar 2002, Seminar 2004)harus diakomodir melalui perpustakaan. Investasi dalam infrastruktur TIK perludilakukan secara paralel dengan investasi dalam berbagai kompetensi sosialyang timbul dari infrastruktur sosial dan institusional, termasuk pendidikan danpengetahuan teknis, begitu juga dengan institusi-institusi politik, ekonomi,kultural, dan sosial di negara-negara berkembang. Namun demikian, investasipada akumulasi teknologi dan keterampilan tidak menjamin bahwa berbagai trategi untuk membangun "masyarakat berpengetahuan" yang inovatif akan efektif atau masuk akal.
Banyak kesempatan untuk semua negara di tahun-tahun mendatanguntuk memanfaatkan yang terbaik dari potensi yang ditawarkan oleh TIK dalammendukung sasaran pengembangan utama mereka. Hal itu berlaku untuksasaran pada peningkatan mutu kehidupan dan keberlanjutan lingkungan dinegara-negara industri. Itu juga berlaku untuk sasaran pada pengurangankemiskinan dan menyumbang pada pengembangan berkelanjutan di negara-negara terbelakang dan berkembang. Pemanfaatan berbagai sarana TIK secarainovatif bisa memberikan titik awal untuk pengembangan "masyarakatberpengetahuan" secara inovatif.
Peran potensial dari TIK di negara-negara berkembang: 1) TIKmerupakan sarana untuk pengembangan, tetapi penggunaan yang efektif mensyaratkan investasi dari kombinasi kompetensi sosial dan teknologi; 2)Pemanfaatan TIK akan memberikan keuntungan terhadap investasi yang jauhlebih baik; 3) Kemampuan untuk menggerakkan investasi dalam TIK danpemanfaatannya secara efektif berbeda pada masing-masing negaraberkembang; 4) Idealnya, investasi-investasi tersebut diusahakan simultan,tetapi bila tidak mungkin, investasi dalam kompetensi sosial seharusnyadiprioritaskan; 5) kemitraan yang baru dibutuhkan sehubungan dengan berbagaikoordinasi, mobilisasi investasi, mengatasi berbagai masalah sosial di negara-negara berkembang.
Tantangan untuk pengambil keputusan negara berkembang adalahmenciptakan kerangka kebijakan yang membangkitkan, mendukung, danmembebaskan kemampuan rakyat untuk memanfaatkan TIK untuk menghasilkanpengetahuan dan sumber daya lainnya yang bermanfaat.
Masyarakat Indonesia masih belum mencapai knowledge society. Lihatsaja tenaga kerja Indonesia yang mencari kerja di negara-negara lain, merekamenjadi buruh, pembantu rumah tangga, supir, bukan knowledge worker. Akibatnya mereka banyak diperlakukan dengan kasar, tidak adil, bahkan ada yang upahnya tidak dibayar. Sementara di dalam negeri, pemilihan kepala daerah saja menjadi ajang perkelahian. Berbagai kekerasan terjadi akibat hasutan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Disamping itu masyarakat masih ditimpa oleh berbagai bencana alam, bencana penyakit yangbanyak memakan korban jiwa. Mengapa semua itu terjadi ? Salah satunyaadalah akibat dari masyarakat kita tidak berpengetahuan, belum menjadiknowledge society.
Bila tenaga kerja kita sudah menjadi knowledge worker, mereka bisabekerja di kantor-kantor dengan upah yang tinggi, menjadi perawat di rumahsakit yang masih dibutuhkan di berbagai negara dengan bayaran yang tinggi. Bila masyarakat kita sudah berpengetahuan, mereka tidak mudah dihasut, tidakmudah dirayu dengan money politic. Mereka memilih para calon kepala daerahdengan kesadaran akan akibat yang timbul bila mereka memilih orang yangsalah. Masyarakat yang berpengetahuan sudah memiliki informasi gejala-gejala alam sebelum adanya bencana yang lebih dahsyat. Mereka sudah dapat menjaga lingkungan dengan lebih baik, agar kesehatan mereka terjaga. Mereka tidak tinggal diam bila pemerintahnya melakukan hal-hal yang merusaklingkungan, dan pemerintahnya tidak bisa memaksakan kehendaknya secarasemena-mena.
Menurut para pakar, salah satu kunci membangun knowledge society adalah melalui pendidikan. Selain pendidikan formal, informal dan non-formal,masyarakat pun memerlukan pendidikan berkelanjutan (life long education).


BAB III
KESIMPULAN
Peningkatan kualitas sumber daya manusia, merupakan rangkaian upayauntuk mewujudkan manusia seutuhnya, baik sebagai insan maupun sebagaisumber daya pembangunan. Pembangunan manusia sebagai insan dan sumber daya pembangunan, adalah menekankan harkat, martabat, hak dan kewajiban manusia. Pembangunan manusia sebagai insan tidak terbatas pada kelompokumur tertentu, tetapi berlangsung dalam seluruh kehidupan manusia.
Benang merah dari definisi pembangunan ialah bahwa pembangunanbertujuan merubah “keadaan” (rehabilitasi dan rekonstruksi— pen) masyarakat kearah yang lebih baik dengan cara pemecahan masalah yang dihadapi. Maka dalam hal ini masyarakat penting untuk dilibatkan.
Sebuah masyarakat berpengetahuan ( Knowledge Society) adalah bentukan dari tradisi yang menghargai tinggi pengetahuan, dalam artianpengetahuan (Knowledge) adalah komoditas yang setiap manusia berhak untuk mengaksesnya, bukan hanya monopoli manusia yang sehari- harinya hidup diinstitusi pendidikan- penelitian formal. Pengetahuan adalah hak setiap orang,yang singkatnya, pendidikan adalah hak semua orang jika memang bertujuanuntuk membentuk yang namanya masyarakat berpengetahuan ( KnowledgeSociety).
Pembangunan sebuah masyarakat berpengetahuan (Knowledge Society)adalah proyek perbaikan berkelanjutan (Continues Improvement), dan padaproses ini selalu ada tahapan "Uji Lab", semacam prototype awalan untukpembuktian empirik sebuah konsep. Artinya proses membentuk masyarakatberpengetahuan itu sifatnya dinamis dan berkelanjutan antar generasi, setiapgenerasi akan mampu melihat bahwa pencapaian setiap zaman itu akanberbeda, bergantung pada kerja keras dan kemauan tiap generasi untuk mencapainya.


Daftar Pustaka

Abdul Kadir & Terra CH. 2003.
Pengenalan Teknologi Informasi
. Andi Offset.YogyakartaBudi Sutejo Dharma, S.Kom. 2002.
e-Educationn
. Andi Offset. Yogyakarta.Dedi Supriadi, Prof. DR, 2004. Membangun Bangsa Melalui Pendidikan, PT. RemajaRosdakarya. Bandung.Zamroni. DR. 2001.
Paradigma Pendidikan Masa Depan
. Bigraf Publishing. Yogyakarta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS