DAMPAK FILM TELEVISI TERHADAP PERILAKU SISWA



Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Dampak Film Televisi terhadap Perilaku Siswa” tepat pada waktunya.
Makalah ini berisikan informasi tentang teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan. Diharapkan makalah ini dapat memberikan segala informasi kepada kita semua tentang teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.



Jakarta, 25 November 2012



Tim Penyusun Makalah



ii
Daftar Isi
Kata Pengantar ........................................................................................................................ ii
Daftar Isi ................................................................................................................................. iii
Bab I Pendahuluan
A.    Latar BelakangMasalah . ............................................................................................ 1
B.     Tujuan .......................................................................................................................... 2
C.     Rumusan Masalah ....................................................................................................... 2
Bab II Pembahasan
A.    Tayangan televisi di Era Modern ................................................................................. 3
B.     Acara Televisi serta Dampaknya .................................................................................. 4
1.      Iklan  ....................................................................................................................... 4
2.      Film Komedi .......................................................................................................... 4
3.      Film Drama Keluarga............................................................................................. 5
4.      Film Horor/Setan .................................................................................................... 5
5.      Film Kartun............................................................................................................ 6
6.      Film Keagamaan .................................................................................................... 6
C.     Cara Mengantisipasi Dampak Buruk Film Televisi .....................................................7
Bab III Kesimpulan dan Saran...............................................................................................
Tugas Penguasaan ................................................................................................................. 13
Daftar Pustaka ........................................................................................................................ iv

iii



Bab I
Pendahuluan

A.    Latar Belakang Masalah
Pada jaman sekarang ini Televisi merupakan media massa elektronik yang mampu meyebarkan berita secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada waktu yang bersamaan. Televisi dengan berbagai acara yang ditayangkannya telah mampu menarik minat pemirsanya, dan membuat pemirsannya ‘ketagihan’ untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan. bahkan bagi anak-anak sekalipun sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kesehariannya, bahkan menonton televisi sudah menjadi agenda wajib bagi mereka.

Dengan berbagai acara yang ditayangkan mulai dari infotainment, entertainment, iklan, sampai pada sinetron-sinetron dan film-film yang berbau kekerasan, televisi telah mampu membius para pemirsanya (anak-anak, remaja dan orang tua) untuk terus menyaksikan acara demi acara yang dikemas sedemikian rupa, dan di bubuhi dengan assesories-assesories yang menarik, sehingga membuat pemirsanya terkagum-kagum dengan acara yang disajikan. Tidak jarang sekarang ini banyak anak-anak lebih suka berlama-lama didepan televisi dari pada belajar, bahkan hampir-hampir lupa akan waktu makannya. Ini merupakan suatu problematika yang terjadi dilingkungan kita sekarang ini, dan perlu perhatian khusus bagi setiap orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas anaknya.

Tidak dipungkiri, dengan adanya media massa televisi ini, banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil. Dimana kita akan dengan cepat memperoleh informasi-informasi terbaru yang terjadi dimana pun dan belahan dunia manapun. Dengan adanya televisi akan mempermudah suatu perusahaan atau badan usaha untuk mempromosikan produk-produknya, sehingga konsumen mengetahui dan dapat dengan mudah mencari produk tersebut, serta masih banyak lagi keuntungan-keuntungan yang dapat kita peroleh dengan adanya media televisi.

Jika kita kaji lebih jauh sebenarnya media massa televisi mempunyai fungsi utama yang selalu harus diperhatikan yaitu fungsi informatif, edukatif, rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru. Namun jika kita lihat kenyataannya sekarang ini, acara-acara televisi lebih kepada fungsi informatif dan rekreatif saja, sedangkan fungsi edukatif yang merupakan fungsi yang sangat penting untuk disampaikan, sangat sedikit sekali. Hal ini bisa kita lihat dari susunan acara-acara televisi, kebanyakan hanya acara-acara sinetron dan infotainment saja. Sedangkan acara-acara yang mengarah kepada edukatif atau pendidikan sangat kecil sekali frekuensinya.



1
B.     Tujuan
·         untuk mengetahui seberapa besar dampak negatif dan positif film televisi terhadap perilaku siswa
·         Mengerjakan tugas makalah dan presentasi kelompok mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diempu oleh Bapak Cecep Kustandi, M.Pd.

C.     Rumusan Masalah
·         Apa peranan tayangan televisi bagi siswa?
·         apa dampak positif dan negatif tayangan televisi bagi siswa?































2
Bab II
Pembahasan

A.                Tayangan Televisi di Era Modern

Tayangan televisi merupakan teman bagi mayoritas orang untuk mengisi waktu santai, saat berkumpul bersama keluarga atau teman, atau hanya untuk sekedar melepaskan penat dengan menonton tayangan -tayangan ringan di televisi. Di era modern ini, stasiun televisi telah menjamur dengan semakin banyaknya stasiun televisi swasta di Indonesia, apalagi penyedia layanan televisi kabel ada dimana-mana sehingga membuat kita malas beranjak dari tayangan televisi untuk belajar atau mengerjakan tugas. Tidak dipungkiri, dengan adanya media massa televisi ini, banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil, namun jika kita lihat kenyataannya sekarang ini, acara-acara televisi lebih kepada fungsi informatif dan rekreatif saja, sedangkan fungsi edukatif yang merupakan fungsi yang sangat penting untuk disampaikan, sangat sedikit sekali. Hal ini bisa kita lihat dari susunan acara-acara televisi, kebanyakan hanya acara-acara sinetron dan infotainment saja. Sedangkan acara-acara yang mengarah kepada edukatif atau pendidikan sangat kecil sekali frekuensinya. hal ini tidak layak bagi para pelajar.

jika kita tengok ke tayagan remaja, cerita yang diusung tidak jauh dari asmara, air mata, kekejaman dan harta. Gaya berpakaian artis nya punsering melecehkan kaum hawa, seragam-seragam yang dikenakan pun pastiseragam yang terlalu vulgar.Tayangan yang sangat diminati oleh ibu rumah tangga di Indonesia adalah infotainment, yang mana di dalamnya terlalu mengungkit kepentingan pribadi selebriti dan tidak jarang juga menimbulkan fitnah sertatidak mendidik jika tayangan ini sampai ditonton oleh anak-anak. Acara kuis yang ditayangkan di televisi lokal kebanyakan merupakanacara kuis yang sukses di luar negeri, dengan itu pihak televisi membuat acara yang serupa dengan acara kuis tersebut, contohnya saja Deal or No Deal yang sukses di negeri Belanda, serta masih banyak lagi yang lainnya. Program reality show zaman sekarang pun sudah tidak patut lagi disebut reality show karena didalamnya berisi adegan yang direncanakan, tayangan ini semata-mata hanya membodohi masyarakat agar percaya dan tertarik menonton tayangan tersebut.








3

B.                 Acara Televisi Serta Dampaknya

1.      Iklan
Sekarang sudah banyak fariasi iklan yang di tayangkan di televisi untuk menarik pelanggan atau konsumen. Banyak berbagai cara para produsen untuk menarik pelanggan mulai dari menggunakan fenomena fenomena sosial yang sedang menjadi trend di masyarakat bahkan saling menjelek jelekkan iklan lainnya.

Dampak positif siswa menonton iklan :
-        Mencintai dan mengetahui produk dalam negri
-        Dapat menambah pengetahuan
-        Mengetahui barang barang yang berguna
-        Mengikuti teknologi
-        Mengetahui lingkungan hidup
Ada pun dampak negatif menonton iklan :
-        Siswa ingin mencoba barang yang tidak pantas untuk dirinya
-        Meniru gerakan yang diperagakan
-        Ingin memiliki semua yang diiklan kan
-        Tidak semua produk yang sesuai dengan dirinya

2.      Film komedi
Banyak stasiun televisi berlomba lomba menayangkan acara komedi yang dapat menghibur semua orang. Banyak orang yang sudah tidak sempat mendapatkan hiburan dari tempat rekreasi karna kesibukannya atau kendala biaya yang cukup mahal, oleh sebab itu acara komedi lah alternatif cara untuk mendapatkan hiburan yang murah meriah.
Dampak positif :
-        Menghibur
-        Belajar humor
-        Menguraangi stres
-        Meniru perilaku yang baik
Dampak negatif :
-        Banyak komedi yang kurang mendidik
-        Anak menjadi kurang/tidak serius
-        Mengganggu orang
-        Anak suka iseng dan banyak bercanda
-        Tidak bisa membedakan antara serius dan bercanda
4                   
3.      Film drama keluarga (sinetron)
Sebagian besar masyarakat kita pasti suka menuntun sinetron terutama ibu-ibu dan remaja putri, mereka selalu setia menonton setiap episode dari acara sinetron tersebut. Belakangan ini, juga banyak film drama yang berasal dari luar negri seperti jepang dan korea yang di sambut baik oleh masyarakat kita.

Dampak positif :
-        Menghargai orang tua
-        Memanfaatkan pesan baik
-        Lebih mengenal kehidupan
-        Membangun rasa simpatik dan kasih sayang
-        Belajar memecahkan masalah
Dampak negatif :
-        Sering menampilkan kekerasan
-        Menimbulkan contoh yang tidak baik
-        Menonjolkan percintaan
-        Meniru yang antagonis
-        Takut akibat buruk

4.      Film horor/setan
Di masyarakat Indonesia yang msih percaya akan hal hal yang goib, sangat suka dengan film horor yang ke banyakan ceritanya mengangkat dari cerita masyarakat, akan tetapi film horor di indonesia banyak di bumbui dengan adegan panas yang sebenarnya kurang pantas.

Dampak positif :
-        Anak menjadi pemberani
-        Meyakini bahwa ada alam goib
-        Membuat hiburan
-        Tahu cerita legenda dan misteri
Dampak negatif :
-        Anak suka mengkhayal
-        Menimbulkan rasa takut
-        Membodohi anak
-        Ada adegan yang kurang pantas




5
5.      Film kartun
Banyak stasiun televisi yang menayangkan film kartun yang sebagian besar adalah kartun dari luar negeri yang di beli hak siarnya untuk di tayang di Indonesia tapi belakangan ini sudah banyak keluar film kartun dari dalam negeri yang tidak mau kalah bersaing dengan kartun buatan luar negeri.

Dampak positif :
-        Anak terhibur dan senang
-        Banyak sikap yang positif untuk di tiru
-        Lucu, banyak akal sesuai jiwa anak
-        Mendidik sopan santun
-        Perkembangan teknologi animasi
-        Meningkatkan imajinasi
Dampak negatif :
-        Banyak waktu tersita untuk menonton kartun
-        Terlalu menghayal
-        Anak berkeinginan meniru

6.      Film keagamaan
Pada zaman sekarang akhlak dan iman manusia banyak berkurang karna perubahan pola kehidupan dan karena dampak budaya dari  barat yang kurang baik. Maka dari itu perlu ada acara keagamaan di televisi agar dapat memberikan pengetahuan tentang agamanya.

Dampak positif :
-        Mencotoh tindakan yang positif
-        Menanamkan aqidah dan budi pekerti
-        Meningkatkan ketakwaan dan keimanan
-        Ingat kepada tuhan
-        Memberi tuntunan hidup

Dampak negatif :
-        Terdapat penyampaian yang kurang sesuai
-        Pelakunya tidak sesuai kenyataan
-        Meniru perbuatan yang negatif
-        Ada unsur yang di buat buat


6
C.    Mengantisipasi Dampak Buruk Televisi

Mendampingi nonton televisi
Ketika anak nonton televisi, tidak adalagi yang paling ideal untuk mendampingi anak untuk menonton kecuali orang tua. Orang tua di tuntut dapat menjelaskan adegan / tayangan yang ada di televisi dan juga memberikan penjelasan tentang perlunya mendapatkan informasi yang lengkap dan menyeluruh terhadap anak anaknya.

Komunikasi keluarga
Kini permasalahan yang mendasar adalah banyak orang tua yang tidak sempat mendampingi anak anaknya nonton televisi sebagai akibat keterbatasan waktu dan kesibukan sehari hari. Jika orang tua memiliki waktu yang sempit untuk berkomunikasi, maka yang penting adalah kualitas dari komunikasi tersebut. Kecanggihan alat komunikasi khususnya handphone sangat membantu menjaga komunikasi antar anak dan orang tua.

Keteladanan orang tua
Perlu di pahami bahwa anak sering meniru kebiasaan orang tuanya. Ada kalanya orang tua kita ketika kita sedang menonton televisi kita di suruh berhenti untuk belajar sementara mereka sendiri malah asik nonton, sebenarnya itu perbuatan yang salah karena seharusnya orang tua menjadi contoh yang baik bagi anaknya.

Mengkritisi stasiun televisi
Mengajukan saran, usul, keberatan terhadap sebuah tayangan televisi perlu di budayakan. Sebagai warga negara kita memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan atas siaran telivisi. Kritik saran usul dapat kita sampaikan langsung kepada stasiun televisi tersebut dan juga ada lembaga yang bertugas mengawasi dan mengatur penyiaran yang di sebut Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Di lembaga tersebut kita bisa memberikan masukan, kritik atau bahkan melaporkan sebuah stasiun televisi yang menyangkan acara yang kurang pantas.







7
Bab III
Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan dan Saran
Menonton televisi boleh apalagi sebagai sarana hiburan dan penambah informasi tapi harus di batasi menontonnya agar tidak mengganggu aktifitas lainnya khususnya bagi pelajar yang biasanya menjadi malas untuk belajar dan mengerjakan tugas dan lebih memilih untuk menonton televisi. Untuk para orang tua sebaiknya menentukan waktu menonton televisi bagi anaknya dan dapat mendampingi anaknya yang masih di bawah umur untuk menonton televisi yang sesuai dengan dirinya.





























8
Daftar Pustaka
3.      Aronson, Elliot, Wilson Teinthy D, and Akert, Robin M. (1994). Social Psychology: The Heart and The Mind. New York: Harper Collins College Publishers.





































iv

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tutorial SPSS

DIKTAT PRAKTIKUM PENGOLAHAN DATA STATISTIK DENGAN SPSS
MODUL 1: PENGENALAN MENU-MENU UTAMA SPSS



Saat memulai menggunakan sosftware SPSS maka kita akan melihat Data Editor window seperti gambar disamping.

Sebelum Anda dapat menganalisis data, terlebih dahulu Anda harus memasukan data yang akan dianalisis tersebut ke dalam Data Editor window di samping.

Bila Anda sebelumnya sudah memiliki data yang telah ditulis dalam format yang kompatibel dengan SPPS, maka Anda dapat membuka file data tersebut dari menu yang tersedia dengan memilih menu berikut:
File
  Open
     Data...

Lihat Gambar 2.
Atau kita dapat menggunakan tanda
yang terdapat pada toolbar untuk membuka file.
Selanjutnya akan tampak daftar file yang akan dibuka pada kotak dialog seperti tampak pada gambar 3.
Format file data SPSS berekstensi “.sav”


 
 

Gambar 1.

Gambar 2.

Gambar 3.



Secara keseluruhan SPSS menyediakan tujuh window, yang meliputi:
1.       Data Editor
Window ini terbuka secara otomatis setiap kali program SPSS dijalankan, dan berfungsi untuk input data SPSS. Menu yang ada pada Data Editor adalah:
  • File
Menu File berfungsi untuk menangani hal-hal yang berhubungan dengan file data, seperti membuat file baru, membuka file tertentu, mengambil data dari program lain, mencetak isi dari Data Editor dan lainnya.
  • Edit
Menu Edit berfungsi untuk menangani hal-hal yang berhubungan dengan memperbaiki atau mengubah nilai data (duplikasi data), menghilangkan data, edit data dan lainnya. Selain itu, menu Edit juga berfungsi untuk mengubah setting pada Options.
  • View
Menu view berfungsi untuk mengatur toolbar (status bar, penampakan value lable dan sebagainya).
  • Data
Menu data berfungsi untuk membuat perubahan data SPSS secara keseluruhan, seperti mengurutkan data, menyeleksi data berdasarkan kriteria tertentu, menggabungkan data dan sebagainya.
  • Transform
Menu Transform berfungsi untuk membuat perubahan pada variabel yang telah dipilihdengan kriteria tertentu.
  • Analyze (Statistics)
Menu Analyze merupakan menu inti dari SPSS, yang berfungsi untuk melakukan semua prosedur perhitungan statistik, seperti uji-t, uji-F, regresi, time series dan sebagainya.
  • Graphs
Menu Graphs berfungsi untuk membuat berbagai jenis grafik untuk mendukung analisis statistik, seperti Pie, Line, Bar dan kombinasinya.
  • Utulities
Menu ini adalah menu tambahan yang mendukung program SPSS seperti :
Ø  Memberi informasi tentang variabel yang sekarang sedang dikerjakan
Ø  Menjalankan Scripts
Ø  Mengatur tampilan menu-menu lain
  • Add-Ons
Menu ini juga merupakan menu tambahan yang berisi mengenai software lain yang dapat diintegrasikan dengan SPSS, juga berisi sambungan on-line dengan website SPSS guna kepentingan pelatihan dan pengembangan SPSS.
  • Window
Menu ini berfungsi untuk pindah diantara menu-menu lain di SPSS
  • Help
Menu ini berfungsi untuk menyediakan bantuan informasi mengenai program SPSS yang bisa diakses secara mudah dan jelas.

2.       Menu Output Navigator
Jika menu Editor berfungsi untuk memasukkan data yang siap diolah oleh SPSS, kemudian melakukan pengolahan data yang dilakukan lewat menu Analyze, maka hasil pengolahan data atau informasi ditampilkan lewat menu Output Navigator atau dapat disebut Output saja.
Menu Output pada prinsipnya sama dengan menu Editor, seperti: File, Edit, View, Analyze, Graphs, Utilities, Window dan Help. Tentunya dengan disesuaikan untuk kegunaan output SPSS. Selain menu ditas ada lagi menu tambahan, yaitu:

  • Insert
Berfungsi untuk menyisipkan judul, grafik, teks atau objek tertentu dari aplikasi lain.
  • Format
Berfungsi untuk mengubah tata letak huruf output.

3.       Menu Pivot Tabel Editor
Ilmu Statistik banyak berhubungan dengan berbagai tabel dan banyak output SPSS yang disajikan berbentuk tabel. Menu Pivot Tabel berhubungan dengan pengerjaan tabel SPSS, seperti mentransformasi baris tabel menjadi kolom dan sebaliknya, memindah baris dan kolom tabel, grouping atau ungrouping tabel dan yang lainnya.
Karena pengerjaan Pivot table erat kaitannya dengan menu Output Navigator, yaitu sebagai tempat editing tabel hasil output, maka menu ini mempunyai submenu yang hampir sama dengan submenu pada Output Navigator.

4.       Menu Chart Editor
Menu ini juga merupakan tempat editing bagi output hasil pengerjaan data di menu Editor, hanya khusus untuk output berupa Grafik/Chart/Diagram. Sesuai dengan fungsinya, selain submenu dasar seperti File, edit, View dan lainnya, Char Editor juga dilengkapi submenu berikut:
  • Gallery
Berfungsi untuk mengubah jenis chart.
  • Chart
Untuk mengedit berbagai hal mengenai grafik, seperti layout dan Labelling Grafik, skala grafik dan sebagainya.
  • Series
Untuk memilih kelompok data tertentu, transpose data atau menampilkan seri data.

5.       Menu Text Output Editor
Sama seperti menu Pivot table dan Chart berfungsi untuk edit output yang berupa teks atau tulisan.

6.       Menu Syntax Editor
Walaupun SPSS sudah menyediakan berbagai macam pengolahan data statistik secara memadai, namun ada berbagai perintah atau pilihan yang hanya bisa digunakan dengan SPSS Command Language. Perintah-perintah tersebut bisa ditulis pada menu Syntax`Editor. Menu ini berupa file teks yang berisi berbagai perintah SPSS dan bisa diketik secara manual.

7.       Menu Script Editor
Menu ini pada dasarnya digunakan untuk melakukan berbagai pengerjaan SPSS secara otomatis, seperti membuka menutup File, eksport Chart dan sebagainya. Isi menu ini sama dengan menu terdahulu, hanya ditambah dengan submenu Script untuk membuat berbagai subrutin dan fungsi baru, serta submenu Debug untuk melakukan proses debug pada script.



Memasukan Data
1.       Buka lembar kerja baru
Lembar kerja baru selalu dibuka jika ada pemasukan variabel yang baru. Untuk itu dari menu File pilih submenu New. Selanjutnya tampak beberapa pilihan. Karena akan dibuat data yang baru, klik mouse pada Data. Sekarang SPSS siap membuat variabel baru.


Misalkan kita punya data sebagai berikut:

Nama
Berat badan
Gender
Ahmad
75.00
Pria
Budi
67.80
Pria
Cindy
45.00
Wanita
Danny
68.00
Pria
Early
50.50
Wanita
Fanny
45.80
Wanita
Gerhana
65.50
Pria
Iwan
70.00
Pria
Jovanka
62.00
Wanita
Katherine
45.50
Wanita

2.       Menamai varaiabel yang diperlukan
Langkah berikutnya adalah membuat nama untuk setiap variabel baru. Untuk contoh kasus di atas ada tiga (3) variabel, maka akan dilakukan input nama variabel sebanyak 3 kali.

Variabel pertama: NAMA
Langkah pemasukan variabel NAMA:
·         Klik Menu “Variable View” yang terletak di sebelah kiri bagian paling bawah dari editor SPPS
·         Maka akan tampil layar editor berikut ini:

 















·         Kolom pertama tempat menuliskan nama variabel, misalkan variabel pertama adalah NAMA, variabel kedua adalah BERAT BADAN dan variabel ketiga adalah GENDER, maka pada baris pertama, kedua dan ketiga pada kolom pertama tuliskan nama-nama variabel tersebut.

·         Kolom kedua (Type) merupakan tipe data dari variabel tersebut. Tipe data terdiri dari: Numeric, Comma, Dot., Scientific notation, Date, Custom currency, dan String. Karena nama seseorang (variabel NAMA) adalah huruf, bukan angka, maka tipe variabel ini adalah String. Sedangkan berat seseorang berupa angka atau numerik maka tipenya dipilih Numerik. Sementara untuk gender merupakan variabel yang unik bila dibandingkan variabel NAMA yang berisi huruf, karena selain dapat diberi tipe string juga bisa diberi tipe numerik dengan jenis data bersifat nominal. Misalnya PRIA = 1, WANITA = 2. Untuk tipe data string juga perlu ditentukan jumlah karakter yang akan digunakan, oleh karena itu kita pun akan ditanyakan berapa jumlah karakter maksimum yang akan digunakan.
·         Kolom ketiga (Width) adalah untuk menentukan berapa jumlah maksimal angka/huruf yang dapat dimuat. Untuk keperluan praktik biarkan kolom width sesuai dengan default SPSS yaitu = 8.
·         Kolom keempat (Desimal) adalah untuk menentukan jumlah angka di belakang koma. Bila angka merupakan bilangan bulat, seperti PRIA = 1, WANITA = 2, desimal diisi dengan angka NOL (0).


3.       Mengisi data
Langkah berikutnya adalah mengisikan data variabel yang telah didefinisikan nama, tipe, width dan desimalnya. Cara pengisian data persis seperti kita mengisi data pada program Excell, yaitu baris-baris pada tiap-tiap kolom variabel tersebut, seperti gambar berikut ini.


4.       Langkah berikutnya adalah menyimpan data.
  • Dari menu File, lalu pilih submenu Save As ….
  • Beri nama file tersebut, misalnya untuk keseragaman kita beri nama berat. Dan tempatkan file tersebut di direktori yang kita kehendaki. Untuk tipe data file SPSS adalah sav, sehingga data tersebut akan disimpan dengan nama lengkap berat.sav.

Latihan:
Sekarang silahkan Anda berlatih untuk membuat data berikut ini, lalu simpan data tersebut menjadi file SPSS, dan namai file tersebut dengan nama lat1.sav. kirim pada www.training.web-bali.net pada tools assigments.

Datanya:
Evaluasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika

No.

NAMA


NILAI 

1
Puteri N
39
2
Faiz Hirzi
38
3
Ivant S
37
4
Adriansyah
36
5
Andika
36
6
Anggun R
36
7
Fernaldy
36
8
Silvianti
36
9
Hapsari
35
10
Vinny
35
11
Dyah PN
35
12
Ika Alifa
34
13
Nadhifa
34
14
Rifqi R
33
15
Aghniya I
33
16
Ranur KH
33
17
Imam
32
18
Vinka  Adena
32
19
Dewi  L
32
20
Mindu
31
21
Syarif
31
22
Andini
30
23
Ferry  H
30
24
Rendy
30
25
Nazarudin
30
26
Adinda
29
27
Refina
29
28
Andia Naural
28
29
Azi
28
30
Meidi Iqbal
28
31
Anang
28
32
Alifia
28
33
Nurfadillah
27
34
M. Syahcafi
26
35
Syifa Aulia
26
36
Syifa Avinda
25
37
Indira Y
23



DIKTAT PRAKTIKUM PENGOLAHAN DATA STATISTIK DENGAN SPSS
MODUL 1: PENGENALAN MENU-MENU UTAMA SPSS



Saat memulai menggunakan sosftware SPSS maka kita akan melihat Data Editor window seperti gambar disamping.

Sebelum Anda dapat menganalisis data, terlebih dahulu Anda harus memasukan data yang akan dianalisis tersebut ke dalam Data Editor window di samping.

Bila Anda sebelumnya sudah memiliki data yang telah ditulis dalam format yang kompatibel dengan SPPS, maka Anda dapat membuka file data tersebut dari menu yang tersedia dengan memilih menu berikut:
File
  Open
     Data...

Lihat Gambar 2.
Atau kita dapat menggunakan tanda
yang terdapat pada toolbar untuk membuka file.
Selanjutnya akan tampak daftar file yang akan dibuka pada kotak dialog seperti tampak pada gambar 3.
Format file data SPSS berekstensi “.sav”


 
 

Gambar 1.

Gambar 2.

Gambar 3.



Secara keseluruhan SPSS menyediakan tujuh window, yang meliputi:
1.       Data Editor
Window ini terbuka secara otomatis setiap kali program SPSS dijalankan, dan berfungsi untuk input data SPSS. Menu yang ada pada Data Editor adalah:
  • File
Menu File berfungsi untuk menangani hal-hal yang berhubungan dengan file data, seperti membuat file baru, membuka file tertentu, mengambil data dari program lain, mencetak isi dari Data Editor dan lainnya.
  • Edit
Menu Edit berfungsi untuk menangani hal-hal yang berhubungan dengan memperbaiki atau mengubah nilai data (duplikasi data), menghilangkan data, edit data dan lainnya. Selain itu, menu Edit juga berfungsi untuk mengubah setting pada Options.
  • View
Menu view berfungsi untuk mengatur toolbar (status bar, penampakan value lable dan sebagainya).
  • Data
Menu data berfungsi untuk membuat perubahan data SPSS secara keseluruhan, seperti mengurutkan data, menyeleksi data berdasarkan kriteria tertentu, menggabungkan data dan sebagainya.
  • Transform
Menu Transform berfungsi untuk membuat perubahan pada variabel yang telah dipilihdengan kriteria tertentu.
  • Analyze (Statistics)
Menu Analyze merupakan menu inti dari SPSS, yang berfungsi untuk melakukan semua prosedur perhitungan statistik, seperti uji-t, uji-F, regresi, time series dan sebagainya.
  • Graphs
Menu Graphs berfungsi untuk membuat berbagai jenis grafik untuk mendukung analisis statistik, seperti Pie, Line, Bar dan kombinasinya.
  • Utulities
Menu ini adalah menu tambahan yang mendukung program SPSS seperti :
Ø  Memberi informasi tentang variabel yang sekarang sedang dikerjakan
Ø  Menjalankan Scripts
Ø  Mengatur tampilan menu-menu lain
  • Add-Ons
Menu ini juga merupakan menu tambahan yang berisi mengenai software lain yang dapat diintegrasikan dengan SPSS, juga berisi sambungan on-line dengan website SPSS guna kepentingan pelatihan dan pengembangan SPSS.
  • Window
Menu ini berfungsi untuk pindah diantara menu-menu lain di SPSS
  • Help
Menu ini berfungsi untuk menyediakan bantuan informasi mengenai program SPSS yang bisa diakses secara mudah dan jelas.

2.       Menu Output Navigator
Jika menu Editor berfungsi untuk memasukkan data yang siap diolah oleh SPSS, kemudian melakukan pengolahan data yang dilakukan lewat menu Analyze, maka hasil pengolahan data atau informasi ditampilkan lewat menu Output Navigator atau dapat disebut Output saja.
Menu Output pada prinsipnya sama dengan menu Editor, seperti: File, Edit, View, Analyze, Graphs, Utilities, Window dan Help. Tentunya dengan disesuaikan untuk kegunaan output SPSS. Selain menu ditas ada lagi menu tambahan, yaitu:

  • Insert
Berfungsi untuk menyisipkan judul, grafik, teks atau objek tertentu dari aplikasi lain.
  • Format
Berfungsi untuk mengubah tata letak huruf output.

3.       Menu Pivot Tabel Editor
Ilmu Statistik banyak berhubungan dengan berbagai tabel dan banyak output SPSS yang disajikan berbentuk tabel. Menu Pivot Tabel berhubungan dengan pengerjaan tabel SPSS, seperti mentransformasi baris tabel menjadi kolom dan sebaliknya, memindah baris dan kolom tabel, grouping atau ungrouping tabel dan yang lainnya.
Karena pengerjaan Pivot table erat kaitannya dengan menu Output Navigator, yaitu sebagai tempat editing tabel hasil output, maka menu ini mempunyai submenu yang hampir sama dengan submenu pada Output Navigator.

4.       Menu Chart Editor
Menu ini juga merupakan tempat editing bagi output hasil pengerjaan data di menu Editor, hanya khusus untuk output berupa Grafik/Chart/Diagram. Sesuai dengan fungsinya, selain submenu dasar seperti File, edit, View dan lainnya, Char Editor juga dilengkapi submenu berikut:
  • Gallery
Berfungsi untuk mengubah jenis chart.
  • Chart
Untuk mengedit berbagai hal mengenai grafik, seperti layout dan Labelling Grafik, skala grafik dan sebagainya.
  • Series
Untuk memilih kelompok data tertentu, transpose data atau menampilkan seri data.

5.       Menu Text Output Editor
Sama seperti menu Pivot table dan Chart berfungsi untuk edit output yang berupa teks atau tulisan.

6.       Menu Syntax Editor
Walaupun SPSS sudah menyediakan berbagai macam pengolahan data statistik secara memadai, namun ada berbagai perintah atau pilihan yang hanya bisa digunakan dengan SPSS Command Language. Perintah-perintah tersebut bisa ditulis pada menu Syntax`Editor. Menu ini berupa file teks yang berisi berbagai perintah SPSS dan bisa diketik secara manual.

7.       Menu Script Editor
Menu ini pada dasarnya digunakan untuk melakukan berbagai pengerjaan SPSS secara otomatis, seperti membuka menutup File, eksport Chart dan sebagainya. Isi menu ini sama dengan menu terdahulu, hanya ditambah dengan submenu Script untuk membuat berbagai subrutin dan fungsi baru, serta submenu Debug untuk melakukan proses debug pada script.



Memasukan Data
1.       Buka lembar kerja baru
Lembar kerja baru selalu dibuka jika ada pemasukan variabel yang baru. Untuk itu dari menu File pilih submenu New. Selanjutnya tampak beberapa pilihan. Karena akan dibuat data yang baru, klik mouse pada Data. Sekarang SPSS siap membuat variabel baru.


Misalkan kita punya data sebagai berikut:

Nama
Berat badan
Gender
Ahmad
75.00
Pria
Budi
67.80
Pria
Cindy
45.00
Wanita
Danny
68.00
Pria
Early
50.50
Wanita
Fanny
45.80
Wanita
Gerhana
65.50
Pria
Iwan
70.00
Pria
Jovanka
62.00
Wanita
Katherine
45.50
Wanita

2.       Menamai varaiabel yang diperlukan
Langkah berikutnya adalah membuat nama untuk setiap variabel baru. Untuk contoh kasus di atas ada tiga (3) variabel, maka akan dilakukan input nama variabel sebanyak 3 kali.

Variabel pertama: NAMA
Langkah pemasukan variabel NAMA:
·         Klik Menu “Variable View” yang terletak di sebelah kiri bagian paling bawah dari editor SPPS
·         Maka akan tampil layar editor berikut ini:

 















·         Kolom pertama tempat menuliskan nama variabel, misalkan variabel pertama adalah NAMA, variabel kedua adalah BERAT BADAN dan variabel ketiga adalah GENDER, maka pada baris pertama, kedua dan ketiga pada kolom pertama tuliskan nama-nama variabel tersebut.

·         Kolom kedua (Type) merupakan tipe data dari variabel tersebut. Tipe data terdiri dari: Numeric, Comma, Dot., Scientific notation, Date, Custom currency, dan String. Karena nama seseorang (variabel NAMA) adalah huruf, bukan angka, maka tipe variabel ini adalah String. Sedangkan berat seseorang berupa angka atau numerik maka tipenya dipilih Numerik. Sementara untuk gender merupakan variabel yang unik bila dibandingkan variabel NAMA yang berisi huruf, karena selain dapat diberi tipe string juga bisa diberi tipe numerik dengan jenis data bersifat nominal. Misalnya PRIA = 1, WANITA = 2. Untuk tipe data string juga perlu ditentukan jumlah karakter yang akan digunakan, oleh karena itu kita pun akan ditanyakan berapa jumlah karakter maksimum yang akan digunakan.
·         Kolom ketiga (Width) adalah untuk menentukan berapa jumlah maksimal angka/huruf yang dapat dimuat. Untuk keperluan praktik biarkan kolom width sesuai dengan default SPSS yaitu = 8.
·         Kolom keempat (Desimal) adalah untuk menentukan jumlah angka di belakang koma. Bila angka merupakan bilangan bulat, seperti PRIA = 1, WANITA = 2, desimal diisi dengan angka NOL (0).


3.       Mengisi data
Langkah berikutnya adalah mengisikan data variabel yang telah didefinisikan nama, tipe, width dan desimalnya. Cara pengisian data persis seperti kita mengisi data pada program Excell, yaitu baris-baris pada tiap-tiap kolom variabel tersebut, seperti gambar berikut ini.


4.       Langkah berikutnya adalah menyimpan data.
  • Dari menu File, lalu pilih submenu Save As ….
  • Beri nama file tersebut, misalnya untuk keseragaman kita beri nama berat. Dan tempatkan file tersebut di direktori yang kita kehendaki. Untuk tipe data file SPSS adalah sav, sehingga data tersebut akan disimpan dengan nama lengkap berat.sav.

Latihan:
Sekarang silahkan Anda berlatih untuk membuat data berikut ini, lalu simpan data tersebut menjadi file SPSS, dan namai file tersebut dengan nama lat1.sav. kirim pada www.training.web-bali.net pada tools assigments.

Datanya:
Evaluasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika

No.

NAMA


NILAI 

1
Puteri N
39
2
Faiz Hirzi
38
3
Ivant S
37
4
Adriansyah
36
5
Andika
36
6
Anggun R
36
7
Fernaldy
36
8
Silvianti
36
9
Hapsari
35
10
Vinny
35
11
Dyah PN
35
12
Ika Alifa
34
13
Nadhifa
34
14
Rifqi R
33
15
Aghniya I
33
16
Ranur KH
33
17
Imam
32
18
Vinka  Adena
32
19
Dewi  L
32
20
Mindu
31
21
Syarif
31
22
Andini
30
23
Ferry  H
30
24
Rendy
30
25
Nazarudin
30
26
Adinda
29
27
Refina
29
28
Andia Naural
28
29
Azi
28
30
Meidi Iqbal
28
31
Anang
28
32
Alifia
28
33
Nurfadillah
27
34
M. Syahcafi
26
35
Syifa Aulia
26
36
Syifa Avinda
25
37
Indira Y
23





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS